Memahami Pengkondisian di java

Dalam bahasa pemrograman pengkondisian dapat kita pahami sebagai eksekusi statement yang memiliki syarat atau kondisi. Contoh : TV akan menyala jika tombol berwarna merah pada remote tv di tekan. Pisau akan tajam jika diasah.
Pada implementasinya, pengkondisian pada suatu bahasa program sangat dan juga sering digunakan para programmer pada project yang digarapnya. Kamu bisa memodifikasinya sesuai kebutuhan kita pada program kita. Pada pengalaman saya pengkondisian di java ada 2 cara, yaitu if dan switch. Jika kamu sudah pelajari operator java maka artikel pengkondisian ini lebih mudah dipahami karena syarat disini menggunakan operator logika.

A. Pengkondisian IF

IF di gunakan untuk lebih dari 1 syarat. Contoh : background web akan berwarna kuning jika pengunjung web lebih dari 3 dan kurang dari 10.

Contoh diatas memiliki 2 syarat yaitu
- pengunjung web lebih dari 3
- pengunjung web kurang dari 10

Format :

if(syarat1){
  //statement1
}

diawalai if setelah itu syarat yang berada dalam kurung dan sebagai pembatasnya gunakan tanda kurawal {}.

untuk mendapatkan kebalikan dari syarat1 gunakan kode else seperti ini :

if(syarat1){
  //statement1
}
else{
  //statement2
}

jadi jika pada syarat 1 bernilai true  jalankan statement 1, jika bukan bernilai true maka statement 2 akan dijalankan.

untuk mengkondisikan pada syarat yang berbeda dan statement yang berbeda gunakan else if seperti ini :

if(syarat1){
  //statement1
}
else if(syarat2){
  //statement2
}
else {
  //statement selain 1 dan 2 
}

penggunaan else akan dapat diartikan  jika syarat 1 dan 2 bernilai false.  dan urutan else ini paling terakhir. jika kode else ditempatkan diatas else if maka error kode.





PRAKTEK

Latihan.java

  1. package com.latihan;

  2. public class Latihan {

  3. public static void main(String[] args) {
  4. int a = 10;
  5. if(a > 10){
  6. System.out.println("a lebih dari 10 adalah benar");
  7. }else if(a == 9){
  8. System.out.println("a sama dengan 9 adalah benar");
  9. }
  10. else{
  11. System.out.println("a bukan lebih dari 10 dan bukan sama dengan 9");
  12. }
  13. }

  14. }

Hasil console :

gambar if else


B. Pengkondisian Switch

switch digunakan untuk menjalankan program jika nilai pada case sama dengan nilai yang ada pada zona switch, switch(nilai).

Format :

switch(nilai){
  case tempat_nilai:
    //statement1
  break;
case tempat_nilai:
    //statement2
  break;
default:
    //statement3
  break;
}

diawali switch yang memiliki nilai pada tanda buka dan tutup kurung (), {} kurawal sebagai pembatas kode, case berarti isi sesuai keinginan, case di akhiri break; yang berfungsi untuk pemberhentian program jika case sudah memenuhi syarat. default akan dijalankan jika tidak ada case yang sama dengan nilai.

PRAKTEK

Latihan.java

  1. package com.latihan;

  2. public class Latihan {

  3. public static void main(String[] args) {
  4. int a = 10;
  5. switch(a){
  6. case 1:
  7. System.out.println("a sama dengan case yang pertama");
  8. break;
  9. case 19:
  10. System.out.println("a sama dengan case yang kedua");
  11. break;
  12. default:
  13. System.out.println("a tidak sama dengan case 1 dan 2");
  14. break;
  15. }
  16. }

  17. }


Hasil console :

Gambar switch case 2

Silahkan kode tersebut kamu modifikasi lagi agar dapat kamu pahami.

Semoga bermanfaat :)

0 comments: